Kisah Sukses Bisnis Juragan Plastik Mohammad Baedowy

Dari Limbah Jadi Berkah! M.Baedowy Raup Sukses di Usaha Daur Ulang Limbah Plastik

Menganggap sampah sebagai barang yang kotor, berantakan, menjijikkan dan patut disingkirkan ?

kisah sukses bisnis daur ulang plastik mohammad baedowy Kisah Sukses Bisnis Juragan Plastik Mohammad Baedowy
juragan plastik mohammad baedowy. sumber foto : Ciputra entrepreneurship

Ketika sebagian besar orang berpikir demikian, Mohammad Baedowi justru berpikir sebaliknya. Sampah adalah harta karun baginya. Berkat sampah pula kini ia hidup berkecukupan setelah meraup sukses bisnis sebagai juragan sampah yang mampu mengekspor 2 kontainer biji sampa plastik ke Cina setiap minggu dengan omzet yang menggiurkan.

Bagaimana Ceritanya Kisah Sukses Bisnis Mohammad Baedowy ?

Semuanya berawal dari tahun 2000 ketika ia mulai membidik peluang usaha sampah plastik.

Meski sebelumnya ia terbiasa bekerja kantoran dengan memakai dasi, namun Baedowy sama sekali tak merasa risih harus bercengkrama dengan tumpukan sampah. Bahkan ia tak ragu berkeliling berburu sampah ke setiap wilayah siang dan malam.

Berangkat dari niat dan tekad yang kokoh, ia kemudian nekad berbisnis dengan modal awal Rp. 50 juta yang digunakan untuk membeli mesin, menyewa lahan dan membuat bangunan sederhana.

Menghadapi Berbagai Ujian Bisnis

Tahun pertama usahanya tidaklah langsung berjalan mulus. Bahkan ia lebih banyak berkutat dengan masalah teknis mesinnya yang sering ngadat. Selain itu, kendala non teknis berupa ujian mental pun kerap menghampirinya. Bayangkan saja, lulusan sarjana yang selalu berdasi, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang “pemulung” sampah yang berkeliling kesana kemari demi membesarkan usahanya.

Namun semua itu tidak menjadi masalah besar baginya setelah sebelumnya ia mengalami kondisi tidak mengenakkan saat harus hengkang dari rumah kontrakannya karena tak kuat membayar uang sewaan. Masa-masa itu adalah masa yang paling menyedihkan dalam kehidupan Baedowy, apalagi ia kemudian harus menitipkan istri dan anak-anaknya ke rumah orangtuanya.

Peristiwa ini yang kemudian melecut semangat dalam diri Baedowy dan membentuk daya juang yang kokoh.

Setelah melalui berbagai percobaan di tahun pertamanya, dewi fortuna pun mulai menyapa di tahun kedua perjuangan Baedowy. Bisnis yang ia tekuni perlahan menampakkan hasil dan semakin berkembang.

Kini bijih sampah plastik hasil olahannya diekspor ke negara Cina. Satu kali ekspor dapat mencapai kapasitas 20 ton, dalam satu minggu bisa satu sampai dua kontainer ia kirim dengan keuntungan kira-kira 500 rupiah per kilogram. Sudah bisa hitung sendiri berapa keuntungan totalnya per Minggu bukan ? 🙂

Dalam sehari mesin buatannya mampu menggiling hingga 3 ton bahan baku sampah plastik meski rata-rata hanya satu ton saja perharinya.

Kini bijih sampah hasil olahannya diekspor ke China. “Satu kali ekspor bisa mencapai 20 ton. Setiap satu minggu bisa satu sampai dua kontaineran. Mengenai keuntungan ya kira-kira 500 rupiah per kilogram, “ ujar pria berusia 37 tahun ini. Dalam sehari mesin buatannya mampu menggiling hingga 3 ton bahan baku sampah plastik meski rata-rata hanya satu ton saja per harinya.

Yes, sampah kini telah menjelma menjadi lumbung rejeki bagi pengusaha yang tak kenal lelah ini. Salah satu kunci sukses yang selalu ia pegang teguh adalah adanya restu dari orang tua yang telah mendorong kesuksesannya hingga sampai pada level ini.

Berdayakan Mitra

Setelah 10 tahun berlalu, kini bisnis Baedowy semakin bergairah. Sebagai pemasok bahan baku, ia berdayakan lebih dari seratus pemulung. Tidak hanya itu, sebab ia pun sudah menggalang kerjasama dengan lebih dari 80 mitra kerja yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Bagi pria lulusan Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang, keberhasilannya memberdayakan para pemulung dan ibu-ibu sekitar pabrik adalah sesuatu hal yang membanggakan. Tidak sekedar profit, melainkan kepuasan batin juga ia dapatkan dengan menjalankan bisnis daur ulang limbah plastik ini.

Untuk pemberdayaan mitra kerja, Baedowy tidak segan memberokan pelatihan dari nol hingga menjadi piawai yang diadakan di seluruh kota. Setiap mitra yang membeli mesin dari dia akan diberikan training hingga bisa menjalankan usaha tersebut, bahkan sampah hasil olahannya pun siap ia beli melalui perusahaannya CV. Majestic Buana Group yang bermarkas di jalan raya Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi ini.

Sebagai wujud syukur, Baedowy pun sering mengadakan acara tasyakuran dan sedekah secara rutin pada anak-anak yatim piatu.

Kini selain berbisnis, peraih beragam penghargaan seperti Dji Sam Soe Award, Kalpataru dan lainnya ini disibukkan dengan mengajar dan memberikan kuliah umum di beberapa universitas di tanah air. Menyebarluaskan pengetahuan tentang pengolahan dan penggunaan teknologi tepat guna untuk mengatasi masalah sampah telah menjadi obsesi terbesarnya saat ini.

Semoga Menginspirasi..

@ SaatnyaJadiPengusaha.Com

Download Ebook Bisnis & Internet Marketing Klik Disini
Gabung fan page Saatnya Jadi Pengusaha Klik Disini

PS : Cari ilmu & mentor buat belajar bisnis dan internet marketing ? Yuk! belajar langsung dari ahlinya klik disini >> BelajarDariAhlinya.Com

Artikel ini ditulis oleh Pindar
Penyuka dunia usaha. Blogger, travelpreneur & internet marketer
Add me @ http://facebook.com/pindarnurcahya
Follow @ twitter.com/pindarnurcahya

" Yuk, Siapa Lagi yang Mau Belajar Bisnis dan Jadi Pengusaha ? "

Temukan Ilmu, Mentor dan Komunitas yang TEPAT untuk Memulai Bisnis dan Mengembangkan Usaha Anda

KLIK DISINI UNTUK MEMULAINYA

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online